sepak-bola

Persatuan Sepak-bola Boyolali

Thursday, April 20, 2006

Persebi tiba di pontianak

Menjelang bergulirnya laga kompetisi Divisi II Nasional, Persebi Boyolali yang menjadi tim terakhir bergabung ke Divisi II Grup IIIA mengisyaratkan kesiapannya melakoni kompetisi untuk merebut jatah ke 16 besar Divisi II Nasional ini.
Hal ini dibuktikan kemarin Rabu (19/4), ketika 20 pemain Persebi Boyolali dan segenap manajemen telah tiba di Pontianak yang menjadi lokasi home tournament putaran I Divisi II Grup IIIA Nasional.
Sebelumnya, Persebi dipastikan berangkat Kamis (20/4) malam. Namun lantaran ingin agar pemain memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat dan sekaligus pengkondisian tempat di Pontianak, pihak manajemen Persebi memilih berangkat lebih awal.
”Inikan sebagai upaya kami dan manajemen Persebi agar lebih bisa membuat segar pemain sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat latihan yang pasti asing bagi semua pemain,” kata Mulyanto, arsitek Persebi ketika dihubungi Espos, setibanya di Pontianak, Rabu (19/4).
Menurut Mulyanto, pemberangkatan lebih awal ini memang dirasa mendadak. Namun kata dia, sejauh ini segala persiapan baik pemain maupun manajemen telah siap melakoni laga.
”Dari segi persiapan latihan, kami sudah tidak ada masalah. Kondisi fisik dan skill yang dirasa sudah jauh mengalami peningkatan membuat kami percaya akan kesiapan tim,” jelas Mulyanto.
Kesiapan Persebi melakoni laga berat di Divisi II ini patut diacungi jempol. Pasalnya hanya dalam waktu satu bulan setelah kepastian Persebi merumput di Divisi II Nasional menggantikan salah satu tim yang mengundurkan diri, Persebi mampu membenahi dan merombak seluruh tim. Bahkan, sebelumnya Persebi juga telah membeli beberapa pemain baru guna menambah amunisi agar setara pemain dari tim Divisi II lainnya.
Dari 20 pemain yang diberangkatkan ke Pontianak, tercatat satu pemain, Romadoni, gelandang muda Persebi, absen tidak ikut kompetisi putaran pertama Persebi. ”Pasalnya, ia yang masih duduk di bangku SMA harus mengikuti ujian tengah semester yang wajib dikuti dan tidak bisa ditinggalkan,” tutur Mulyanto.
Sementara itu, pagi ini di markas Persipon Pontianak, Persebi bersama Perst Tabanan Bali yang juga sudah tiba di Pontianak akan melakukan latihan ringan. ”Latihan besok (hari ini-red) akan difokuskan pada pengembalian kondisi pemain yang turun usai melakukan perjalanan ke Pontianak. Selain itu, kami juga akan kembali memantapkan strategi pada partai perdana melawan PSISra Sragen, Senin (24/4) sesuai dengan jadwal yang saya terima dari PSSI kemarin (Rabu-red),” tandasnya.

Monday, April 17, 2006

Persebi tekuk Persiharjo

Salah satu wakil karesidenan Surakarta di Divisi II Nasional, Persebi Boyolali, berhasil menang 2-1 atas lawannya Persiharjo dalam pertandingan uji coba, di Stadion Sriwedari, Jumat (14/4) malam.
Menurut pelatih Persebi Boyolali, Mulyanto, kepada Espos, timnya lebih dulu kebobolan di menit ke-4, akan tetapi berhasil membalasnya pada menit ke-35 lewat tendangan Martino.
”Sering terjadi kesalahan pada menit-menit awal, akan tetapi selanjutnya semua berjalan dengan baik. Aris berhasil menjadi penentu kemenangan tim kami, setidaknya hasil ini bisa menjadi modal untuk kami sebelum berangkat ke Pontianak, Rabu (19/4) nanti,” kata Mulyanto.
Ia menambahkan, secara keseluruhan penampilan timnya cukup bagus ditunjukkan dengan permainan tim yang sesuai instruksi pelatih. Hanya saja, lini tengah Persebi menjadi kurang maksimal karena Erwin Hidayat belum sepenuhnya pulih dari cedera.
”Kami berharap saat berangkat ke Pontianak nanti, semua pemain sudah pulih sepenuhnya dari cedera dan siap tampil. Pada pertandingan perdana, kami akan berhadapan dengan tim tetangga PSISra Sragen. Hanya tim ini yang kami kenal, selebihnya kami masih buta dengan kekuatan tim lawan,” lanjutnya.

Friday, April 07, 2006

Persebi Bertemu PSISra di Pontianak

BOYOLALI-Persebi Boyolali dan PSISra Sragen, dua tim yang sama-sama berasal dari Korwil Surakarta Pengda PSSI Jateng, bertemu di awal penyisihan Grup III-B Kompetisi Divisi II. Pertandingan ini akan dimainkan pada 23 April mendatang di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kompetisi Divisi II diikuti 48 tim yang dibagi dalam enam grup. Persebi dan PSISra berada di grup yang sama dengan Barito Putra Banjarmasin, Persewa Waingapu, Perst Tabanan, dan tuan rumah Persipon.

''Sistemnya kompetisi penuh. Tetapi, pelaksanaannya dalam format home tournament di dua kota, yaitu Pontianak dan Boyolali,'' kata pelatih Maryanto.

Semula, kompetisi akan digelar 9 April. Karena beberapa kesebelasan belum siap, oleh PSSI diundur menjadi mulai 23 April.

Belum diperoleh keterangan menyangkut lamanya pelaksanaan kompetisi di tingkat grup, karena belum ada kepastian apakah tuan rumah mampu menggelar dua pertandingan tiap harinya.

''Kita sedang menunggu jadwal yang pasti,'' katanya.

Moelyanto yang sehari-hari menjabat sebagai lurah Salakan, Kecamatan Mojosongo, mengaku telah mempersiapkan timnya sesuai program.

Dia yang dibantu asisten pelatih Bambang Widayanto dan pelatih fisik Marsudi, menggembleng para pemainnya setiap pagi dan sore, kecuali Minggu. Latihan dilaksanakan di Stadion Padanarang, Boyolali.

Agenda

''Beberapa kelemahan, khususnya penyelesaian akhir di mulut gawang, menjadi agenda latihan. Begitu juga dengan taktik memperkuat jantung pertahanan,'' katanya.

Dari 21 pemain yang disiapkan, dua di antaranya dari luar daerah. Mereka adalah libero Sultoni dari Gresik dan stoper Denny dari Tasikmalaya. ''Lainnya pemain setempat,'' jelasnya.

Menurutnya, kompetisi nanti relatif panjang. Setelah bertandingan setengah kompetisi di Pontianak, dilanjutkan sisa setengah kompetisi yang direncanakan di Boyolali.

Pelatih fisik Marsudi mengatakan, untuk mengantisipasi cuaca panas di Pontianak, program latihan dimulai pukul 09.00 WIB untuk latihan pagi dan pukul 15.00 WIB untuk latihan sore. ''Stamina pemain belum mencapai titik yang diha-rapkan. Anak-anak akan terus kita genjot,'' tandasnya.

Dalam uji coba kemarin, Persebi yang menurunkan lapis keduanya, menyerah 0-2 dari Persika Karanganyar

Sunday, March 19, 2006

Persebi promosi ke Divisi II

Tim sepakbola Persebi Boyolali mendapat promosi ke Divisi II Nasional untuk mengisi kursi lowong yang ditinggalkan oleh Persedikab Kabupaten Kediri yang berhasil lolos ke Divisi I Nasional.
Menurut pelatih Persebi Boyolali, Mulyanto, kepada Espos, Jumat (17/3), keputusan tersebut diambil karena Persebi merupakan tim yang masuk tiga besar dalam kompetisi Divisi III tahun lalu, sehingga tim ini berhak untuk promosi ke Divisi II.
”Dari hasil rapat di Surabaya, Jumat (17/3), kami mendapat kesempatan untuk masuk ke Divisi II menggantikan posisi Persedikab Kediri yang telah lolos ke Divisi I Nasional dari hasil playoff beberapa waktu lalu. Akan tetapi, konsekuensi dari promosi ini belum sepenuhnya dijelaskan. Kami masih menunggu keputusan dan dampaknya pada kompetisi Divisi III yang sudah berjalan. Apakah harus berhenti atau ada kesempatan lainnya,” kata Mulyanto.
Sementara itu, kans Persiharjo Sukoharjo untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi Divisi II Nasional sepertinya cukup berat karena harus bersaing dengan Persida Sidoarjo yang memiliki Stadion Delta yang cukup megah. Hal ini diungkapkan project officer Persiharjo, Teguh Santoso yang mengikuti manager meeting di Surabaya kemarin. Acara itu sendiri diikuti 24 tim wilayah Timur untuk Grup III dan IV dan dipimpin langsung Kabid Pembinaan PSSI Subardi yang didampingi Direktur Kompetisi PSSI Achwani dan Kabid SDM Muhammad Zein.
”Untuk grup kami, yang mengajukan tuan rumah adalah Persida Sidoarjo di Stadion Delta dan Persiharjo di Stadion Gelora Merdeka serta Persepar di Stadion Cilik Riwut. Tapi peluang kami kelihatannya berat karena ada sejumlah fasilitas yang dinilai belum memenuhi syarat,” ungkap Teguh. Meski kemungkinan besar bakal bermain di luar kandang, manajer Persiharjo H Sudarsono tetap optimistis tim asuhan Siswanto ini bakal tampil maksimal untuk mewujudkan target awal yakni bertahan di Divisi II. ”Target awal kami jangan sampai terdegradasi ke Divisi III. Jika ini sudah terpenuhi, kami bisa berharap lebih tinggi untuk menduduki posisi pertama atau runner up grup, karena nantinya akan diambil dua tim teratas tiap grup untuk lolos ke babak selanjutnya,” ujar Sudarsono.
Untuk kompetisi Divisi II wilayah III dan IV, menurut Teguh akan menggunakan sistem home tournament, di mana putaran pertama dihelat 9 April dan putaran kedua mulai 15 Mei. Untuk sistem ini, dibagi menjadi dua, yakni sekali di Jawa dan sekali di luar Jawa. Di wilayah ini, Surakarta menempatkan tiga wakilnya, yakni Persiharjo, Persebi serta PSISra Sragen. Sementara itu satu lagi wakil Surakarta, Persika Karanganyar berada di wilayah Barat dan baru akan melakukan manager meeting pada 15 April di Jakarta.

Pembagian grup Divisi II Nasional


Grup III A
1. PSISra Sragen
2. Persebi Boyolali
3. Perst Tabanan
4. Barito Putra
5. Persipon Pontianak
6. Persiwa Waingapu
Yang mengajukan tuan rumah: Persebi dan Persipon

Grup IIIB
1. Persiharjo Sukoharjo
2. Persida Sidoarjo
3. PS Ngada NTT
4. Persekaban Kabupaten Banjar Kalsel
5. Persepar Palangkaraya
6. Persebaru Banjar Baru
Yang mengajukan tuan rumah: Persida, Persiharjo, Persepar

Monday, March 13, 2006

Persebi Boyolali ditahan Blora

Ambisi Persebi Boyolali untuk memboyong tiga poin di kandang lawan akhirnya sirna setelah hanya mampu ditahan imbang tuan rumah Persekaba Blora di Stadion Blora, Rabu (8/3).
Pada laga ketiganya ini, Persebi yang dimotori Wegig Sutopo, pencetak dua gol ke gawang Persiwi saat laga kandang kontra Persiwi Minggu (5/3) lalu gagal memenangkan pertandingan. Pasalnya rapatnya pertahanan lawan dan tingginya semangat berjuang tim lawan membuat Laskar Pandanarang ini harus harus menerima hasil imbang untuk kali kedua dengan skor 1-1. Sebelumnya Persebi boyolali menuai hasil seri saat bermain di kandang Persekama Magelang 2-2.
Pertandingan yang diadakan sore hari ini berlangsung cukup ketat. Saling serang yang dilakukan kedua tim mampu membuat jantung para suporter berdegup kencang. Pasalnya usai Persebi berhasil mencetak gol di menit awal pertandingan, ganti Persekaba menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol cepat Persebi pada menit ke-4 tercipta dari serangan bertubi-tubi Persebi ke jantung pertahanan Persikaba. Namun serangan awal tersebut dapat dipatahkan kiper Persikaba hingga berbuah tendangan penjuru. Dari tendangan penjuru inilah gol cepat Persebi tercipta. Melalui bola lambung Erwan Wijaya yang diselesaikan dengan apik oleh Irwan Hananto.
Di menit ke-22 giliran Persekaba tampil agresif dengan menggempur gawang lawan. Gol balasan Persikaba pun lahir ketika bola crossing yang ditendang Kusnanto berhasil mengecoh penjaga gawang Persekaba sehingga membuat skor imbang 1-1 sampai akhir pertandingan.
Hasil seri ini membuat anak asuh Mulyanto ini harus puas dengan raihan lima poin hasil imbang lawan Persekama dan menang lawan Persiwi.
”Saya bangga dengan permainan anak-anak. Diharapkan anak-anak mampu memainkan ritme permainan yang sama saat menghadapi ISP Purworejo, Minggu besok,” kata Mulyanto

Wednesday, March 08, 2006

Persebi targetkan menang di Blora

Seusai mengalahkan Persiwi Wonogiri dengan skor telak 3-1, Minggu (5/3) lalu, kini Persebi Boyolali mulai mempersiapkan diri menghadapi kesebelasan Persekaba Blora, dalam lanjutan pertandingan Divisi III Nasional, Rabu (8/3) sore di Stadion Blora.
Pada laga ketiganya ini, Persebi Boyolali mentargetkan mampu mencuri poin sempurna di kandang lawan. Pasalnya keyakinan anak asuh Mulyanto ini dibuktikan dengan raihan empat poin, dari seri melawan Persekama Magelang dan menang melawan Persiwi.
Ketika dihubungi Espos, di Blora, pelatih Persebi Mulyanto yakin anak asuhnya menang. ”Meskipun tim kami tidak diperhitungkan, sebagai bukti kami mampu meredam salah satu tim tangguh Divisi III, Persiwi,” ungkapnya pada Espos, Selasa (7/3) malam.
Menurutnya, Persekaba Blora adalah tim yang tidak mudah dikalahkan. Ini dibuktikan ketika laga kedua Minggu lalu, Persekaba mampu menahan imbang Persekama Magelang dengan skor kacamata. Sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari para pemain Persebi.
”Terus terang, Saya buta dengan pola permainan dan kekuatan tim lawan. Namun itu tentunya akan mampu dijawab ketika melihat perlawanan Persebi di lapangan kelak,” kata Mulyanto.
Untuk menaklukkan tim lawan, pihaknya sudah mengevaluasi permainan anak asuhnya ketika melawan Persiwi Minggu (5/3) lalu. ”Banyak hal yang kami evaluasi seperti kondisi perlini. Untuk lini belakang, bek kanan masih terlalu hati-hati lantaran salah satu pemain bek terkena satu kartu kuning,” ungkapnya.
Untuk lini tengah, kesalahan umpan dan salah oper sudah pihaknya peringatkan kepada para pemain. Sedangkan untuk lini depan, penampilan Wegig dan Erwan sudah cukup meyakinkan. ”Pada dasarnya, persiapan perlini sudah cukup bagus. Hanya kerjasama antartim yang dirasa masih butuh sedikit polesan,” katanya.

Friday, March 03, 2006

Persebi hanya bisa seri

Persebi Boyolali dan PSIK Klaten sama-sama menuai hasil seri pada lanjutan kompetisi Divisi III Nasional yang berlangsung Rabu (1/3).
Hasil maksimal yang ditargetkan Persebi untuk menekuk Persekama Magelang terpaksa harus ditunda dan harus puas dengan skor 2-2 menghadapi tuan rumah Persekama Magaleng pada pertandingan Grup D Divisi III Nasional, Rabu (1/3) di Stadion Kujon Borobudur, Magelang.
Di Grup C, PSIK Klaten yang pekan lalu dibabat PPSM Magelang 0-2, juga bermain imbang 2-2 menghadapi Persibas Banyumas pada laga yang dilangsungkan di Stadion Trikoyo Klaten. ”Kami sebenarnya berharap menang, tapi kalau melihat persiapan tim, di mana di grup ini PSIK yang paling tidak siap, hasil ini patut disyukuri,” ujar sekretaris PSIK, Mursidi.
Bagi Persebi, hasil ini menempatkan Laskar pandan Arang di peringkat tiga klasemen sementara Grup III dari hasil satu kali main. Sementara Persiwi Wonogiri yang beberapa waktu lalu berhasil melibas ISP Purworejo dengan skor 3-0 berhasil memuncaki klasemen sementara. Persekama berhasil menduduki peringkat kedua hasil dari dua kali main.
Bermain di bawah guyuran hujan, kedua tim sama-sama memeragakan permainan menyerang. Pada pertengahan babak pertama tidak ada satu pun gol yang tercipta. Pertarungan sengit dari kedua tim hanya terjadi di lapangan tengah. Serangan yang dibangun kedua tim ternyata mampu dipatahkan pemain tengah kedua tim